Respon Pertumbuhan Bibit Kelengkeng (Dimocarpus Longan) Akibat Interaksi Ekstrak Taoge Dan Sekam Padi Pada Media Tanam Tanah Pmk (Podzolik Merah Kuning)
Usman, Fazli
Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan) merupakan salah satu komoditi
perkebunan yang memiliki prospek sangat baik dikembangkan oleh petani khususnya di
Provinsi Riau. Produksi kelengkeng di indonesia sekitar 25,5 ton/ha pertahunnya, nilai ini
masih dibawah potensi produksi yaitu 36 ton/ha pertahunnya. Persiapan pembibitan akan
menetukan sistem pembibitan yang akan dipakai dengan melihat keuntungan dan
kerugian secara komprehensif. Selain itu pemeliharaan pembibitan merupakan faktor
utama yang menentukan keberhasilan produksi tanaman kelengkeng yang akan diperoleh
dari bibit tanaman kelengkeng yang baik dan bermutu. Pemupukan pada fase pembibitan
kelengkeng merupakan salah satu faktor penting karena akan mempengaruhi terhadap
kualitas dan kuantitas serta ketahanan tanaman, Ekstrak taoge merupakan pupuk organik
yang baik karena kandungan fosfor nya yang tinggi. Ekstrak taoge dapat digunakan
sebagai media kultur jaringan karena mengandung berbagai hara, vitamin, karbohidrat
dan zat pengatur tumbuh yaitu auksin. Tauge mengandung zat pengatur tumbuh auksin
yang berfungsi sebagai stimulan dalam memperlancar proses metabolisme sehingga dapat
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui respon bibit kelengkeng (Dimocarpus longan) akibat interaksi
ekstrak taoge dan sekam padi pada media tanam tanah PMK (Podzolik merah kuning).
Penelitian ini di laksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu Ekstrak Taoge (T) yang
terdiri dari 3 (tiga) taraf, dan faktor kedua adalah Sekam Padi (P) yang terdiri 3 (tiga)
taraf, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 3
(tiga) ulangan, maka di peroleh 27 unit percobaan. Dalam satu unit percobaan terdiri 3
tanaman percobaan maka terdapat 81 tanaman. Adapun faktor yang akan diteliti adalah
Faktor T dengan 3 taraf yaitu T0: Tanpa pemberian ekstrak taoge, T1: Pemberian ekstrak
taoge 100 ml/l/tanaman, T2: Pemberian ekstrak taoge 200 ml/l/tanaman , dan Faktor P
dengan 3 taraf yaitu P0 : Tanpa sekam padi, P1: Pemberian sekam padi 50%+50% tanah
PMK = 1:1, P2 : Pemberian sekam padi 25%+75% tanah PMK = 1:3.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu interaksi ekstrak taoge
dan sekam padi dan media tanam tanah PMK terhadap pertumbuhan tanaman bibit
Kelengkeng (Dimocarpus longan) berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman,
panjang daun, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, dan jumlah cabang.. Interaksi
perlakuan T2P1 (pemberian ekstrak taoge 200 ml/ltanaman dan media tanam sekam padi
50%+50% tanah PMK) menunjukkan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman,
jumlah daun, diameter batang, dan jumlah cabang.
perkebunan yang memiliki prospek sangat baik dikembangkan oleh petani khususnya di
Provinsi Riau. Produksi kelengkeng di indonesia sekitar 25,5 ton/ha pertahunnya, nilai ini
masih dibawah potensi produksi yaitu 36 ton/ha pertahunnya. Persiapan pembibitan akan
menetukan sistem pembibitan yang akan dipakai dengan melihat keuntungan dan
kerugian secara komprehensif. Selain itu pemeliharaan pembibitan merupakan faktor
utama yang menentukan keberhasilan produksi tanaman kelengkeng yang akan diperoleh
dari bibit tanaman kelengkeng yang baik dan bermutu. Pemupukan pada fase pembibitan
kelengkeng merupakan salah satu faktor penting karena akan mempengaruhi terhadap
kualitas dan kuantitas serta ketahanan tanaman, Ekstrak taoge merupakan pupuk organik
yang baik karena kandungan fosfor nya yang tinggi. Ekstrak taoge dapat digunakan
sebagai media kultur jaringan karena mengandung berbagai hara, vitamin, karbohidrat
dan zat pengatur tumbuh yaitu auksin. Tauge mengandung zat pengatur tumbuh auksin
yang berfungsi sebagai stimulan dalam memperlancar proses metabolisme sehingga dapat
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui respon bibit kelengkeng (Dimocarpus longan) akibat interaksi
ekstrak taoge dan sekam padi pada media tanam tanah PMK (Podzolik merah kuning).
Penelitian ini di laksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu Ekstrak Taoge (T) yang
terdiri dari 3 (tiga) taraf, dan faktor kedua adalah Sekam Padi (P) yang terdiri 3 (tiga)
taraf, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 3
(tiga) ulangan, maka di peroleh 27 unit percobaan. Dalam satu unit percobaan terdiri 3
tanaman percobaan maka terdapat 81 tanaman. Adapun faktor yang akan diteliti adalah
Faktor T dengan 3 taraf yaitu T0: Tanpa pemberian ekstrak taoge, T1: Pemberian ekstrak
taoge 100 ml/l/tanaman, T2: Pemberian ekstrak taoge 200 ml/l/tanaman , dan Faktor P
dengan 3 taraf yaitu P0 : Tanpa sekam padi, P1: Pemberian sekam padi 50%+50% tanah
PMK = 1:1, P2 : Pemberian sekam padi 25%+75% tanah PMK = 1:3.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu interaksi ekstrak taoge
dan sekam padi dan media tanam tanah PMK terhadap pertumbuhan tanaman bibit
Kelengkeng (Dimocarpus longan) berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman,
panjang daun, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, dan jumlah cabang.. Interaksi
perlakuan T2P1 (pemberian ekstrak taoge 200 ml/ltanaman dan media tanam sekam padi
50%+50% tanah PMK) menunjukkan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman,
jumlah daun, diameter batang, dan jumlah cabang.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-04-23T07:46:55Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah